May 20, 2019
  • 2:58 pm Rumah Mungil dengan Lebar 1 Meter, sungguh Mengejutkan Membuat Warganet Penasaran
  • 10:26 am Tips Menjaga kecantikan Rambut Di Usia Lanjut.
  • 11:07 am Cara Diet dengan Beras Merah yang Efektif
  • 10:11 am Tips Rahasia Cantik Islami
  • 10:25 am Ternyata Uang Lama Berikut ini sudah Ditarik oleh Bank Indonesia, Seperti apa..?
bodi shamingbodi shaming

Dewasa ini Banyak sekali aturan dan undang undang diciptakan untuk membuat dan melindungi kaum minoritas, seperti contoh Bullying, Penistaan Terhadap Agama dan kepercayaan, apakah Anda Sering mendapatkan komentar/ kalimat negatif yang ditujukan kepada anda..? ini adalah jenis body shaming atau bentuk fisik di media sosial, atau barangkali Anda lah yang berlaku ini kepada orang lain..? Jika iya dan Anda pernah melakukannya, sebaiknya hentikan sekarang juga, bila tidak situasi akan menjadi runyam.

Bodi Shaming.
Bodi Shaming.

Psikolog kenamaan dan seorang praktisi expert Klinis di RSJ Sanatorium Dharmawangsa, Tara de Thouars mengatakan terkadang orang memberi komentar mengenai fisik orang lain karena hanya ingin menilai sesuatu yang bisa mereka lihat, dan seringkali bersifat Spontan. Komentar seperti “Eh, agak gemuk ya!” atau “Aduh, kurus banget sekarang,” adalah hal yang seringkali diucapkan bukan karena memiliki niat buruk atau ingin mengejek, lebih ke spontan, terkadang hanya “kelepasan” seringkali.

“Jangan pernah dan serius dengan menganggap serius jika mendengar komentar seperti ini karena hanya membuang energi saja,” kata Tara de Thouars di Eastern Opulence. Intinya,masih kata beliau jangan sampai komentar negatif orang lain membuat kita merasa tidak percaya diri, minder dan terpuruk Galau.

bodi shamingbodi shaming
bodi shaming

Cara lain lagi bisa menjadi alternatif yang dapat dilakukan supaya tebal kuping pada body shaming adalah dengan mendekatkan diri kepada orang-orang yang berbeda. Misalnya, memperhatikan selebriti dengan bentuk badan dan warna kulit yang beragam atau teman-teman yang ada di sekeliling kita, intinya bergaul dengan orang yang memiliki aura positif.

“Harusnya kita dapat melihat kecantikan yang beragam supaya filter atau standar kecantikan yang ada di kepala berubah. Dengan cara yang lebih sederhana itu, kita bisa juga memahami sebutan cantik dari perspektif yang jauh berbeda,” lanjut Tara de Thouars.

lebih lanjut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menuturkan, Dengan sengaja berkomentar negatif terhadap bentuk fisik seseorang merupakan bentuk tindakan pidana dan ini semua jelas sudah di atur didalam undang undang.

“Hal ini diatur dalam Pasal 27 Ayat 3 jo Pasal 45 Ayat 3 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana yang telah diubah dalam UU Nomor 19 Tahun 2016,” ujar Argo.

Sesuai dengan Pasal 27 Ayat 3 menyebutkan :

“Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik”.

lebih lanjut ancaman pidananya terdapat dalam Pasal 45 Ayat 3:

“Setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 750.000.000 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah)”.

Argo seraya mempertajam analisa, pidana ini masuk Jenis kategori delik aduan. oleh sebab itu, penyelidikan hingga penyidikan kasus baru dapat diproses jika ada pihak-pihak tertentu yang melapor ke polisi. Oleh sebab itu, Argo mengimbau, para pengguna media sosial lebih bijak dalam berkomentar dikemudian Hari.

“Bila Berkomentar yang Seyogyanya tidak menyinggung perasaan orang lain. Jika orang lain merasa/dirasa dihina atau dicemarkan nama baiknya, kasus ini sudah pasti ada pidananya dan kami akan Usut,” tutur dia.

Dahsyat Brother

RELATED ARTICLES

Ad Blocker Detected!

How to disable? Refresh